Ramai soal Pasien BPJS Dicibir, Kenapa Orang Mudah ‘Julid’ di Medsos?

Jakarta, Frothy Girlz Indonesia

Kasus komentar negatif terhadap pasien

BPJS Kesehatan

yang mengeluhkan belum mendapatkan ruang rawat inap bisa jadi refleksi minimnya empati masyarakat saat ini, utamanya di

media sosial

.

Dalam psikologi, psikiater dr Lahargo Kembaren mengatakan, terdapat konsep

displacement

. Konsep ini terjadi saat seseorang mengalihkan emosi, terutama kemarahan, dari sumber masalah sebenarnya ke sasaran lain yang terasa lebih mudah dijangkau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kasus ini, seorang tenaga kesehatan boleh jadi frustrasi terhadap sistem yang memiliki berbagai keterbatasan. Namun, emosi tersebut beralih dan dilampiaskan pada pasien yang menyampaikan keluhan.

Dengan kata lain, kemarahan yang bersumber dari persoalan tertentu dialihkan pada orang yang sebenarnya bukan sumber masalah. Kendati demikian, Lahargo tetap tak membenarkan mekanisme ini.

“Sayangnya, media sosial sering kali memperburuk situasi,” ujar Lahargo, Rabu (5/8), melansir

detikhealth

.

Dalam media sosial, ada fenomena yang dikenal dengan

online disinhibition effect

. Fenomena terjadi saat seseorang cenderung lebih berani berkata kasar saat berinteraksi di balik layar.

Di media sosial, seseorang tidak berhadapan langsung dengan orang yang menjadi sasaran. Tak ada kontak mata, ekspresi wajah, maupun respons emosional secara langsung.

“Akibatnya, rem sosial menjadi melemah,” tambah Lahargo.

Media sosial, lanjut Lahargo, juga mempermudah terjadinya dehumanisasi. Orang yang sedang sakit, misalnya, tak lagi dilihat sebagai manusia berperasaan, melainkan diberikan label tertentu.

“Korban tidak lagi dipandang sebagai seorang ayah, ibu anak, atau seseorang yang sedang kesakitan. Ia hanya dilihat sebagai ‘pasien BPJS’, ‘netizen yang mencari perhatian’, atau ‘orang yang suka mengeluh’,” ujar Lahargo.

Akibatnya, tak ada empati di sana. Yang ada hanyalah kemarahan yang sebenarnya salah sasaran.

(asr)

[Gambas:Video Frothy Girlz]

Baca lagi: 5 Rekomendasi Film Akhir Pekan, Dear You hingga Deep Water

Baca lagi: Survei Sebut Indonesia Jadi Negara Kedua Paling Puas soal Urusan Cinta

Baca lagi: Singapura Cari Kado Ultah Negara, Tumpas Indonesia di Piala AFF

3 Responses

  1. Membaca keseluruhan artikel ini memberikan pemahaman mendalam bagi saya. Penulis tidak sekadar mengurai masalah dari permukaannya saja, melainkan berhasil membedah akar penyebab yang sering kali diabaikan. Pendekatan yang berimbang seperti ini sangat langka dan berharga. Semoga tulisan-tulisan berkualitas seperti ini terus diproduksi secara konsisten.misteruntung login

  2. Sebuah karya tulis yang patut diacungi dua jempol. Penulis menunjukkan kapasitas kecerdasan intelektual dan kepekaan sosial yang tinggi dalam mengurai Isu yang kompleks ini. Sangat menginspirasi dan membuka wawasan baru bagi siapa saja yang membacanya.wijaya88 situs gacor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: