Dokter di JxB Ungkap Ciri Kulit Sehat, Tidak Sekadar Glowing

Daftar Isi

Lantas, seperti apa sebenarnya ciri kulit yang sehat?

1. Memiliki skin barrier yang kuat

2. Tidak mudah kering dan iritasi

3. Mampu menjaga kelembapan kulit

4. Tidak mudah mengalami masalah kulit

Apa yang Bisa Merusak Skin Barrier?

Jakarta, Frothy Girlz Indonesia

Banyak orang menjadikan kulit glowing, cerah, atau glass skin sebagai tolok ukur kulit sehat. Namun, menurut dokter sekaligus skincare educator dr. Giovani Mosetopo, keduanya tidak selalu sama.

“Kulit yang sehat itu jauh lebih penting dibandingkan kulit yang glowing,” kata Giovani dalam talkshow Aveeno di

Jakarta X Beauty

(JXB) 2026, Kamis (2/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kulit bekerja selama 24 jam tanpa henti untuk melindungi tubuh dari bakteri, virus, jamur, hingga perubahan cuaca.

“Kulit menjaga kita 24 jam. Kita pindah iklim, liburan ke Jepang atau Eropa misalnya, kita tidak perlu ganti kulit. Artinya kulit mampu beradaptasi dan terus melindungi tubuh,” ujarnya.

Lantas, seperti apa sebenarnya ciri kulit yang sehat?

[Gambas:Video Frothy Girlz]

1. Memiliki skin barrier yang kuat

Menurut Giovani, tanda utama kulit sehat adalah memiliki skin barrier atau lapisan pelindung kulit yang berfungsi dengan baik.

Skin barrier merupakan lapisan paling luar kulit yang bertugas mencegah bakteri, virus, jamur, dan berbagai zat berbahaya masuk ke dalam tubuh. Pada saat yang sama, lapisan ini juga menjaga agar air dari dalam kulit tidak mudah menguap.

“Kalau ditanya ciri utama kulit sehat, jawabannya adalah punya skin barrier yang kuat,” katanya.

Ketika lapisan ini rusak, kulit akan lebih mudah mengalami berbagai masalah.

2. Tidak mudah kering dan iritasi

Kerusakan skin barrier biasanya diawali dengan kulit yang terasa kering. Jika terus dibiarkan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gatal, iritasi, bahkan eksim.

“Hampir semua masalah itu muncul karena punya skin barrier yang kurang baik,” ujar Giovani.

Karena itu, kulit yang tetap lembap dan tidak mudah mengalami iritasi menjadi salah satu tanda skin barrier masih bekerja optimal.

3. Mampu menjaga kelembapan kulit

Kulit yang sehat juga mampu mempertahankan kadar air di dalamnya. Menurut Giovani, salah satu fungsi utama kulit adalah mencegah transepidermal water loss (TEWL) atau penguapan air dari dalam kulit.

Jika kemampuan ini terganggu, kulit akan terasa kering, kasar, hingga lebih mudah mengalami berbagai gangguan.

4. Tidak mudah mengalami masalah kulit

Skin barrier yang sehat membuat kulit lebih tahan terhadap berbagai gangguan, mulai dari jerawat, iritasi, hingga infeksi. Sebaliknya, ketika lapisan pelindung kulit rusak, masalah kulit cenderung muncul berulang.

“Awalnya kulit kering, lalu gatal. Karena gatal kita garuk, skin barrier makin rusak, penguapan air makin banyak, lalu muncul masalah kulit lainnya. Siklusnya terus berulang,” jelasnya.

Apa yang Bisa Merusak Skin Barrier?

Giovani mengatakan kerusakan skin barrier sering kali disebabkan kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele.

Salah satunya adalah menggunakan sabun dengan kandungan surfaktan yang terlalu keras atau memakai produk scrub terlalu sering.

“Penggunaan scrub yang terlalu rutin bisa merusak skin barrier,” ujarnya.

Selain itu, paparan debu, polusi, kotoran yang tidak segera dibersihkan, hingga stres psikologis juga dapat memengaruhi kesehatan kulit.

Karena itu, ia menyarankan masyarakat menggunakan pembersih yang lebih lembut, tidak berlebihan memakai skincare berkonsentrasi tinggi, serta menjaga kebersihan kulit setelah beraktivitas.

“Kalau kulitnya sudah sehat, glowing bakal jadi bonusnya,” katanya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak hanya terpaku pada standar kecantikan yang beredar di media sosial. Kulit tidak harus selalu tampak sempurna setiap saat.

(anm/chri)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Spesifikasi TVS Callisto 110, Bisa Lawan Honda Beat?

Baca lagi: Teater Musikal Senja Teduh Pelita Mulai Digelar 3 – 12 Juli

Baca lagi: Ibu-ibu PNM Mekaar Jadi Wajah Perempuan Berdaya di Sensus Ekonomi 2026

35 Responses

  1. Artikel ini cukup menarik karena pembahasannya mudah dipahami dan informasinya tersusun dengan rapi. Saya jadi mendapatkan beberapa wawasan baru yang sebelumnya belum saya ketahui. Mungkin ke depannya bisa ditambahkan lebih banyak contoh kasus atau pembahasan yang lebih mendalam agar pembaca semakin mudah memahami topiknya. Kebetulan saya juga menemukan referensi lain yang membahas tema serupa di ultra ruby, sehingga bisa menjadi tambahan bacaan bagi siapa pun yang ingin mempelajari topik ini dari sudut pandang yang berbeda. Terima kasih sudah membagikan artikel yang bermanfaat, semoga semakin banyak konten berkualitas seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: